Level Harga Telur di Blitar

Some body not understand that in Blitar several Of Prices.

Pirang2 uwong durung paham bahwa di Blitar itu ada tingkatan harga telur.

1. HARGA TERNAK
2. HARGA GUDANG
3. HARGA KIRIMAN

1. When there mak pedunduk peternak update harga, maka itu disebut harga ternak.

Harga ternak juga memiliki dua varian rasa. Rasa rutinan dan rasa bebasan /pocokan.

Rasa rutinan dibuat dengan beberapa ragam. Sebagian ada yg ngutangin DOQ+pakan. Opsi lain bisa pakan/DOQ saja. Maka itu bakul ternak rutinan ini adalah bakul yg paling berjasa.

Mau hujan mau panas, no time to stop ambil telur.

Sayang, bakul rutinan juga lah yg sering di bully habis2an.

2. If there mak petungul harga gudang, thats mean itu harga gudang perusahaan. Harga gudang adalah harga gudang, baik level perusahaan besar seperti bumi ayu, cemara, bumi jasa, agung Ps nerima harga telur atau harga gudang pribadi.

Some time, demi menjaga kondusifitas, pabrik menahan2 hati untuk ngambil telur langsung ke ternak. Perusahaan yang demikian ini biasanya ambil telur dari pengepul rutinan. Alias bakule peternak rutinan.

Pabrik sih bisa aja ngambil langsung ke ternak. But what is for?? Lha wong ngambil pengepul aja gk pake repot. Lagi pula sama2 cari makan. Gk harus saingan. Bisa kolaborasi.

3. Harga kiriman adalah harga kirim baik on the road ataupun off the road.

Beginilah iklim sirkulasi pasar Telur di Blitar. Biasanya selisih antara harga ternak dan harga gudang ada di rerata 500-700 rupiah.

Sementara selisih harga ternak dan harga kiriman berkisar 800-1000 tujuan SBY. Atau 1000-1200 jika jateng wilayah timur. Dan 1200-1500 kiriman Bandung.

Ada yang tanya, kok kiriman telur Blitar lebih mahal dari pada Kediri ya?

Jawabnya, karena Blitar itu adalah central tradingnya telur. Areanya disebut red ocean. Banyak pedagangnya sedikit terinya.
Sementara kediri area blue ocean. Sedikit bakulnya,banyak terinya.

Maka perang bagi umat perendokan ada disini. Dan perang terindah adalah perang dengan hatimu....

Eaaaaa....

(edited)

Tidak ada komentar

'; (function() { var dsq = document.createElement('script'); dsq.type = 'text/javascript'; dsq.async = true; dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js'; (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(dsq); })();